Seminar Nasional FSRD IKJ Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Transformasi Seni dan Budaya Ruang Urban
Reposted from Kompas.com pada Selasa, 08 Juli 2025, 13:24 WIB oleh Yohanes Enggar Harususilo.
KOMPAS.com – Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (FSRD IKJ) menggelar “Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban V” dengan tema “Seni Rupa Partisipatif: Transformasi Sosial, Visual dan Ekonomi di Ruang Urban Indonesia” (7/7/2025). Seminar nasional seni rupa ini sekaligus merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke 55 sebagai perguruan tinggi Seni di kota Jakarta yang jatuh pada 26 Juni 2025 lalu. Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia menjelaskan Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban adalah agenda tahunan dari FSRD IKJ dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan khususnya Pendidikan Seni dan Budaya.
dlien Fadlia berharap tema tahun ini dapat menjadi ruang kajian tentang peran seni rupa dalam membentuk wajah kota, memberdayakan masyarakat dan membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. “Seminar Nasional Pusaran Urban menjadi wadah penting bagi kita untuk membahas peran seni rupa dalam mentransformasi ruang urban di Indonesia,” jelas Adlien Fadlia. “Melalui diskusi dan presentasi dari para ahli dan praktisi, kita mengeksplorasi bagaimana seni rupa partisipatif dapat menjadi katalisator perubahan sosial, visual, dan ekonomi di wilayah perkotaan,” jelasnya.
“Menyuarakan narasi warga, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan alternatif bagi perencanaan ruang publik yang lebih berpihak pada masyarakat,” ujar Adlien Fadlia. Melalui seni rupa partisipatif maka keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni diharapkan akan membuka peluang transformasi ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif lokal, pemberdayaan komunitas, penciptaan ruang kerja dan apresiasi baru di luar sistem seni konvensional. Seminar FSRD IKJ tahun ini menghadirkan pembicara utama Indira Estiyanti Nurjadin (Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya yang memaparkan hasil studi lapangan dalam “Seni di Tengah Kota: dari Tindakan Estetik ke Praktik Sosial, Peran Seni dalam Membangun Ruang Publik yang Inklusif”.
Dalam pemaparannya, Estiyanti Nurjadin mengajak para seniman mural/graffiti dan juga masyarakat untuk membuat karya seni di tembok RPTRA juga masyarakat untuk ikut aktif berkarya. “Sehingga seni dapat menjadi media edukasi sekaligus mengangkat isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” harap Estiyanti Nurjadin. Narasumber lain, Mikke Susanto (Kurator dan Akademisi ISI Yogyakarta) menguraikan analisanya dalam “Kuratorial Seni Publik” melalui bagaimana pengalaman, gagasan, dampak dan manajemen diaplikasikan dalam seni di ruang publik.
Nicholas Wila Adi Pratama (Peneliti Seni dan Akademisi IKJ, Kandidat Doktor ISI Denpasar) menganalisa seni lukis bak truk dalam “Pusaran Urban Menjadi Simbol Kekuatan dan Kreativitas Komunitas Truk dalam Membentuk Identitas”. Temuannya mengungkap bahwa komunitas truk merujuk pada beragam aspek yakni dinamika kota, kreativitas urban dan transformasi kota.