Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta Selenggarakan Peluncurkan Buku Disertasi Dosen FSRD IKJ dengan Tema ‘Tradisi Dalam Ruang Interpretasi Budaya Modern’
Siaran Pers: Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta Selenggarakan Peluncurkan Buku Disertasi Dosen FSRD IKJ dengan Tema ‘Tradisi Dalam Ruang Interpretasi Budaya Modern’
Posisi seni tradisi dalam ranah masyarakat berbasis budaya modern mengalami pergeseran sesuai perubahan zaman baik dalam aspek material maupun non material. Di tengah gempuran modernisasi ini tidak mudah mempertahankan seni tradisi sebagai bukan saja bagian dari kekayaan lokal tetapi juga identitas budaya nasional. Ketika tradisi kerap kali diposisikan kontra dengan modernitas, sesungguhnya tradisi menjadi akar dari keberlangsungan budaya modern itu sendiri karena seni tradisi diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta, Dr. Adlien Fadlia, S.Sn, M.Ds dalam peluncuran buku disertasi yang diselenggarakan hari Kamis tanggal 17 September 2026 di Balai Sastra HB, Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Institut Kesenian Jakarta ke-56, dalam sambutannya mengatakan, “Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi para pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ, maka kerja-kerja lapangan dalam meneliti seni, desain dan produk tradisi dalam ruang budaya seni rupa modern dalam acara ini dipublikasikan kepada masyarakat luas dalam bentuk buku agar tumbuh pemahaman mengenai tradisi Indonesia dalam konteks modern.” Tema peluncuran buku pada kesempatan ini adalah ‘Tradisi dalam Ruang Interpretasi Budaya Modern’ menjadi bagian dari tanggungjawab dan pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ kepada masyarakat dimana keilmuan yang dimiliki para pengajar FSRD IKJ tidak disimpan hanya sebagai karya akademik dan terbatas pada ranah akademisi namun juga diharapkan mengisi ceruk pasar buku berbasis ilmu pengetahuan dan ilmiah popular.



Jumlah buku yang diluncurkan pada kesempatan kali ini adalah 8 (delapan) buku yang ditulis oleh masing-masing penulis yang bersumber dari disertasi studi S3. Acara ini mengundang dua pembicara yaitu; Prof. Zeffry Al Katiri; pengajar dan periset aktif di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, dengan kepakaran utama pada bidang Sejarah, sosial, budaya dan Politik), dan Dr. Bambang Tri Rahadian, M.Sn., pengajar Desain Komunikasi Visual di Institut Kesenian Jakarta, dengan keahlian di bidang Visual Naratif dan menjadi komikus.
Mewakili delapan penulis yaitu Dr. Lucky Wijayanti, M.Sn. dan Dr. Citra Smara Dewi, S.Sn., M.Si. mereka mendiskusikan mengenai kerja penelitian selama di lapangan dan hal-hal yang mereka observasi sampai akhirnya menjadi karya penelitian. Lucky Wijayanti menulis tentang budaya di Lombok dengan judul: Inen Bale: Perempuan Etnik Sasak sebagai Penyangga Tradisi Wastra, dalam bukunya mengungkap bahwasanya perempuan Sasak masih memiliki tradisi yang bersifat positif dan dijalani sampai sekarang seperti acara potong rambut bayi yang berdampak pada keharmonisan hidup bersama dalam masyarakat, hal ini berelasi dengan kain tenun yang merupakan produksi budaya yang selanjutnya berdampak pada terjaganya adat budaya mereka, dan tetap dapat mengikuti perkembangan zaman yang disebarkan oleh kaum perempuan.
Citra Smara Dewi dengan judul: Galeri Nasional Indonesia (GNI) dalam Pembentukan Identitas Nasional mengungkap kajian peran Lembaga kebudayaan dalam penguatan identitas bangsa yang masih jarang dilakukan sehingga penelitian ini mengkritisi peran Galeri nasional Indonesia pasca reformasi dalam konteks penguatan karakter bangsa melalui kajian Pameran Seni Rupa Nusantara.
Selain dua penulis tersebut, enam penulis lainnya adalah:
- Ika Yuni Purnama: Tata Ruang Interior Istana Kepresidenan Yogyakarta: Bentang Masa, Urgensi dan Relevansi Pendidikan Seni
- Adlien Fadlia: Gerakan Batik Canting Rifaiyah sebagai Semangat Zaman.
- Nita Trismaya: Arus Balik Kebaya: Warisan Budaya, Identitas, dan Modernitas
- Lily Wijayanti: Membawa Jiwa Toraja ke Jantung Jakarta: Pesona Estetik Tator Café Dharmawangsa Square.
- Mangesti Rahayu: Estetika Akulturasi dalam Kostum Sie Jin Kwie Produksi Teater Koma.
- Novi Yuniarti: Eksplorasi Estetika Wayang Punakawan Banyumasan dalam Perancangan Busana Art Fashion Berkelanjutan.
Melalui kerja-kerja penelitian di lapangan yang dijalankan para pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ, dapat dilihat begitu beragamnya kekayaan budaya lokal di Indonesia yang bisa digali untuk kemudian dikaji mengacu pada seni, sejarah, antropologi, kajian perempuan, estetika, sosial. Produk budaya yang diangkat dalam kerja-kerja penelitian ini mencakup tenun, batik, kebaya, kafe, kostum teater, fashion, interior istana sampai galeri seni melalui konsep kajian teoritis dan penciptaan karya seni.
1. https://www.waspada.id/artikel/ikj-menempatkan-tradisi-nusantara-di-tengah-riset-dan-penciptaan-seni
2. https://www.medcom.id/pendidikan/inspirasi-pendidikan/Gbm0gRON-8-dosen-luncurkan-buku-hasil-disertasi-dobrak-anggapan-ikj-enggak-bisa-nulis
3. https://www.waspada.id/artikel/8-buku-disertasi-dosen-ikj-diluncurkan-jeffry-alkatiri-mitos-tak-bisa-menulis-terbantahkan
4. Koran Jawa Pos Terbit 18 September 2026 (Halaman 9)